@america: Startup and Running Small Business in Urban Farming

Hari Rabu yang lalu saya menyempatkan diri untuk menghadiri sebuah acara di @america Pacific Place Jakarta. Topiknya sangat sesuai dengan Kebun Teras: Startup and Running Small Business in Urban Farming. Mungkin sudah banyak small business (UKM) di bidang Urbang Farming, tapi startup di bidang Urban Farming? Rasanya masih belum ada di Indonesia.

Founder dari Resurgent Consulting berbagi kegiatan Urban Farming di kota tempat tinggalnya, di Minneapolis, USA

Acara ini digagas oleh Resurgent Consulting Group (link). Dan karena belum ada startup yang sukses di Indonesia, maka salah satu narasumber didatangkan dari Minneapolis, Amerika. Michael Cady, co-founder dari Resurgent Consulting, yang juga menjadi penggiat urban farming di Minneapolis, membagikan pengalaman bagaimana gerakan urban Farming di Minneapolis dimulai, hingga mendapatkan dukungan dari pemerintah. Michael juga membahas potensi koperasi sebagai salah satu bentuk usaha Startup Urban Farming yang cukup sukses di Amerika. Michael juga menekankan pentingnya bekerja sama dengan Pemerintah. Kerja sama disini harus dilihat lebih luas, sebagai partner Pemerintah, bukan hanya mengharapkan bantuan.

Materi dari Michael Cady bisa diunduh dari link ini.

Deputi Gubernur DKI Jakarta berbagi soal visi pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan Jakarta melalui urban farming

Pembicara kedua adalah dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Oswar Mungkasa, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup. Pak Oswar ikut berbicara mengenai kebijakan dan kegiatan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam usaha menambah luas ruang hijau di Jakarta. Ada 2 strategi dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Strategi pertama untuk daerah pinggiran yang masih dalam penataan, seperti RPTRA Daan Mogot. Untuk ini, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan Urban Planner sehingga hasil akhir penataan memiliki lahan untuk daerah hijau, termasuk kemungkinan untuk Urban Farming.

Strategi kedua adalah untuk daerah perkotaan Jakarta, seperti area Sudirman, Thamrin, Grogol, dll. Agak sulit rasanya untuk menata ulang area ini, sehingga pendekatan pemerintah adalah memanfaatkan lahan mati untuk membuat ruang hijau. Strateginya dengan memberikan insentif kepada pengelola gedung untuk memanfaatkan atap gedung, atau ruang parkir, dan mengubahnya menjadi ruang hijau. Bentuk insentif ini masih dalam perencanaan oleh Pemerintah Daerah Jakarta.

Menurut saya apa yang diceritakan Pak Oswar adalah eye-opener. Meskipun saya aware dengan bertambahnya jumlah ruang hijau dan RPTRA di Jakarta, rencana dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk menggiatkan urban farming benar-benar diluar ekspektasi saya. “Seperti biasa, gagasan bagus, tapi kurang marketing”, menurut Pak Oswar. Mungkin disinilah Kebun Teras bisa berperan, untuk membantu bentuk kebijakan Pemerintah Daerah.

Materi Presentasi Oswar Mungkasa bisa di unduh di link ini.

Ketua Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) menceritakan soal kegiatan PIPI secara umum

Pembicara ketiga adalah Raswari Anuaris, Chariman dari Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (link). Apa hubungannya Insinyur dengan Urban Farming? Sebenarnya kalau dipikir-pikir, Insinyur bisa berperan cukup banyak dalam Urban Farming, misalnya Sarjana Pertanian. Dalam sesi ini Pak Raswari lebih menekankan konteks dari arsitek dalam membuat Urban Garden yang menyatu dengan desain urban.

Materi presentasi Raswari Anuari bisa diunduh di link ini.

Lalu, apa selanjutnya setelah acara ini? Pertama, Urban Farming bukan hanya melibatkan disiplin ilmu pertanian. Apabila akan dilakukan di tengah kota, di daerah yang ramai, daerah urban, maka estetika juga perlu diperhatikan. Disini diperlukan disiplin ilmu desain, dan juga arsitektur.

Kedua, besar kemungkinan dengan bantuan pemerintah dan ekosistem lainnya, industri Urban Farming akan menjadi startup selanjutnya. Pemerintah bisa memberikan kemudahan, bisa dalam bentuk insentif pajak atau bantuan dari sisi undang-undang. Sementara ekosistem yang dibutuhkan antara lain komunitas untuk distribusi, pendidikan, dan saling mendukung.

Dan Kebun Teras bercita-cita untuk menjadi salah satu startup di industri Urban Farming ini.

Tinggalkan Balasan