Cabe Hidroponik Tahap 2

Beberapa saat yang lalu Kebun Teras melakukan percobaan menanam cabe hidroponik. Metode yang digunakan adalah metode sumbu, dengan pertimbangan lebih sederhana untuk perawatan. Hasilnya cukup memuaskan. Dalam waktu 1 bulan tanaman cabe sudah mulai berbunga dan berbuah.

Akan tetapi, meskipun cepat berbuah dan dipetik, ada beberapa masalah yang dihadapi dalam menanam cabe hidroponik ini:

  1. Tanaman cabe bisa tumbuh cukup tinggi. Ketika tanaman cabe tumbuh semakin tinggi, maka dibutuhkan akar yang kuat. Dalam eksperimen ini cabe hidroponik ditanam didalam netpot kecil, dengan menggunakan rockwool. Hasilnya, tanaman cabe menjadi mudah miring.
  2. Akar tanaman hidroponik yang ditanam dengan sistem sumbu cenderung memanjang. Akar yang panjang ini lama kelamaan menjadi jelek. Akibatnya tanaman lama kelamaan menjadi tidak produktif, dan mati. Tanaman cabe hidroponik hasil eksperimen Kebun Teras cukup produktif selama 1 bulan. Setelah itu, hasil panen menjadi semakin berkurang.

Untuk menjawab 2 hal di atas, percobaan tahap 2 dilanjutkan dengan mengubah media tanam dan sistem hidroponik yang digunakan. Media tanam tahap 2 ini menggunakan sekam bakar. Pot yang digunakan juga bukan netpot, tetapi gelas bekas air mineral. Dengan menggunakan sekam dan gelas bekas air mineral diharapkan akar tanaman akan lebih kokoh, sehingga tidak mudah jatuh.

Mungkin sebagian orang akan bertanya, bukankah penggunaan rockwool dalam tanaman hidroponik komersial adalah keharusan untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi? Dalam tanaman cabe hidroponik, karena yang dijual adalah buah dari tanaman, maka media tanam yang digunakan tidak akan terlihat oleh pembeli.

Perubahan kedua adalah metode hidroponik yang digunakan, dari metode sumbu menjadi metode DFT. Dari pengalaman, tanaman yang ditanam menggunakan metode DFT akan memiliki akar yang lebih pendek. Dengan demikian, diharapkan agar akar tanaman tidak cepat rusak.

Dua bibit cabe hidroponik. Sebelah kiri dalam gelas air mineral bulat berisi bibit dari Sambal Bu Majun, sedangkan sebelah kanan dalam gelas air mineral kotas adalah bibit Dewata F1

Dengan kedua perubahan tesebut diharapkan tanaman cabe hidroponik bisa lebih awet dan menghasilkan cabe lebih banyak. Terakhir, Kebun Teras juga mencoba 2 jenis bibit cabe. Silahkan ikuti perkembangan selantjunya di tag #cabehidroponik

Eksperimen Microgreen

Beberapa minggu yang lalu, saya diberikan bibit microgreens dari Stephanie dari Rosy’s Veggies. “Siapa tau cocok untuk hidroponik”, komentar Stephanie. Sebelum mencoba untuk ditanam secara hidroponik, saya mencoba sesuai dengan pertuntukannya dulu, yaitu microgreens.

Microgreens, metode menanam sayuran yang dipanen ketika tanaman mulai mengeluarkan daun ketiga, digadang-gadang memiliki kandungan gizi yang lebih padat. Selain itu, proses penanaman dan pemeliharaan juga tidak terlalu rumit. Menanam microgreens bisa dilakukan di dalam rumah, dengan diletakkan di dekat jendela yang terkena sinar matahari, atau menggunakan growth lamp. Media tanam bisa menggunakan sekam bakar, atau kalau mau yang lebih bersih, bisa menggunakan rockwool.

Dalam eksperimen kali ini, saya menggunakan rockwool dengan pertimbangan lebih mudah untuk dipindah. Biji tanaman disebar secara merata di atas rockwool. Lalu rockwool dibasahi dengan air secukupnya. Dalam waktu kurang dari 24 jam, biji tanaman sudah mulai berkecambah, dan dalam waktu 48 jam, daun awal tanaman sudah mulai terlihat.

Selanjutnya setelah 48 jam, tanaman dipaparkan dengan cahaya matahari langsung. pemeliharaan yang dilakukan cukup dengan memastikan rockwool tetap basah. Apabila terlihat sudah mulai kering, perlu ditambahkan air saja. Tidak perlu pupuk atau nutrisi hidroponik

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah 6 hari, , ketika daun ketiga sudah mulai keluar, sayuran microgreens sudah siap di panen. Cara memaen cukup mudah, cukup menggunakan gunting tajam, dengan menggunting dekat akarnya. Berhubung menggunakan rockwool, makan tanaman bisa dipindahkan ke piring kecil di meja makan. Setelah panen sayuran bisa langsung diletakan di dalam mangkok untuk dinikmati.

Saya kurang tahu apakah kandungan nutrisi microgreens lebih baik daripada sayuran hidroponik. Yang saya rasakan adalah, sayuran microgreens ini memiliki rasa yang cukup kuat, cukup mendekati dengan sayuran yang sudah besar. Sayuran microgreens ini sangat cocok sebagai garnish makanan.

Sayuran microgreens juga cukup mudah untuk dibawa. Cara paling mudah adalah dengan diletakkan di kotak plastik, dan ditambah air agar rockwool tidak kering.

Mudah ditanam, pemeliharaan mudah, rasa yang tidak kalah dengan sayuran hidroponik, dan juga padat gizi. Tunggu apa lagi untuk menanam sayuran microgreens?

Sawi Hijau Sendok (Pak Choi) Juni 2017

A new day, a new life. . . . #hydroponics #urbanfarmer #urbanfarming #growyourownfood #instafarmer

A post shared by Benny Chandra (@jivekitchen) on

Sekitar 2 minggu sebelum foto di bawah ini, saya kehliangan TDS meter. Akibatnya penambahan nutrisi hidroponik lebih banyak menggunakan takaran kira-kira. Hasilnya ternyata cukup baik.

Dan akhirnya setelah 7 minggu, tanaman Pak Choi siap di panen.

Got a big crop of Pak Choi today. . . . #pakchoi #hydroponics #urbanfarmer #urbanfarming #vegetables #kebunteras

A post shared by Benny Chandra (@jivekitchen) on

Selada Romaine Maret 2017

Foto-foto penanaman Selada Romaine (Romaine Lettuce) secara hidroponik di Kebun Pamulang. Pembibitan dimulai tanggal 28 Maret sebanyak 12 tanaman. Dua benih tidak tumbuh dan 1 benih mati sebelum sempat dipindahkan ke saluran hidroponik.

Two weeks update. #Romaine #lettuce #hydroponics #urbanfarming #instafarmer

A post shared by Benny Chandra (@jivekitchen) on

VLOG #2 – Panen Bayam Hidroponik

Kali ini Kebun Teras sedang panen bayam merah yang ditanam dengan metode hidroponik. Berbeda dengan metode panen yang biasa, dalam panen kali ini yang dipetik hanya daun-daun yang sudah besar. Batang utama masih tertinggal, dengan harapan masih bisa tumbuh lagi.

Hasil panen daun bayam merah sebanyak 155 gram. Hasil panen ini cukup untuk diolah menjadi 3 mangkuk sup bening.

sup-bening-bayam-merah
Hasil panen bayam merah cukup untuk 3 mangkuk sub bening