Ijo Daun Hidroponik di Ubud Food Festival 2017

Ada sesuatu yang berbeda dari Ubud Food Festival yang ketiga di tahun 2017. Jika pada tahun sebelumnya, peserta festival membawa dan menyajikan makanan yang siap santap, atau makanan yang sudah diolah dan siap untuk dimasak dalam kontainer atau kulkas, tahun ini ada peserta yang membawa sayuran yang masih ditanam.

There is something different in the 3rd Ubud Food Festival 2017. If from the previous years, most participant bring their produce in boxes, ready to be consumed or cooked, this year, a participant bring vegetables and plant that is still planted.

Ijo Daun Hidroponik, sebuah gerakan urban farming di Ubud, Bali, membawa dan memasang instalasi hidroponik di Ubud Food Festival. Tepatnya, di salah satu sisi Teater Kuliner. Instalasi hidroponik ini terdiri dari 5 tingkat. Ijo Daun Hidroponik berhasil membuat rancangan hidroponik yang cukup ramping, dengan lebar keseluruhan kira-kira sekitar 50-60 cm.

Ijo Daun Hidroponik, an urban farming movement in Ubud, Bali, set up hydroponic system at Ubud Food Festival. The system consist of 5 layers, constructed in a way that is very slim, and can fit in a small space of around 50-60 cm wide next to Teater Kuliner stage.

Jenis tanaman yang ada juga bukan sekedar tanaman yang mudah didapat. Selain dari Caisim, Ijo Daun juga berhasil menanam Basil dan Endive secara hidroponik.

The vegetables that is planted is not only generic vegetables. Other that Caisim, which is widely available, Ijo Daun also plant and grow Basil and Endive, using hydroponic method

“Kebun kami hanya di pekarangan rumah di sekitar Ubud”, menurut salah satu staff yang terlihat membasahi daun dengan menyemprotkan air. Mungkin kalau ada waktu lebih panjang, saya akan mampir ke kebun pekarangan mereka.

“Our garden is only small garden at the backyard of our house, near Ubud”, one of the staff told me. Maybe next time, if I have longer time to spend in Bali, I will be more than happy to pay a visit to their garden terrace

Facebook: @ijodaunhidroponik

Selamat Hari Bumi/Happy Earth Day

Selamat Hari Bumi.Sedikit terlambat untuk berbicara tentang Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April yang lalu. Tapi ya semangat dari bulan April adalah untuk merayakan Hari Bumi, dan bagaimana bisa membuat lingkungan kita menjadi lebih baik.

Happy Earth Day. A bit late to celebrate Earth Day, which fell on 22 April, but I think for the whole month of April, the aura is to celebrate Earth Day, and how we can make our lonely earth a better place to live.

Berbicara mengenai lingkungan, saya teringat dengan Hotel Greenhost di Yogyakarta, Indonesia. Hotel tersebut memanfaatkan atapnya menjadi kebun sayur secara hidroponik.  Berbagai macam sayuran seperti selada, kangkung, Pak Choy dan sayuran lainnya ditanam untuk memenuhi kebutuhan dari restoran Hotel Greenhost.

Talking about making the Earth a better place to live, there are nothing more vivid that come into mind than my experience staying at Hotel Greenhost, Yogyakarta, Indonesia. The hotel transformed the top floor, the roof level, into a vast hydroponic garden. Various vegetables was grown to meed the demands of the Hotel’s Restaurant at the first floor. Among vegetables grown are Pak Choy, Morning Glory, Romaine Lettuce, and many other lettuce.

The Roof Top Garden

Green Roof

Dan tidak hanya kebun di atap, Hotel Greenhost juga menggunakan mint sebagai railing di tiap lantai. Tanaman mint ini juga ditanam dengan menggunakan metode hidroponik dalam pipa PVC, yang berfungsi sebagai railing

And they didn’t stop there. In every floors, instead of using dull steel railings, rows of mint leaves infested the hydroponic pipes, that also function as railings.

Hydroponic Coridor

Sebagai penggemar dan praktisi hidroponik, hal yang dilakukan oleh Hotel Greenhost sangat berkesan di ingatan saya. Metode hidroponik menggunakan air lebih sedikit dari pertanian konvensional, menggunakan sistem sirkulasi tertutup, sehingga meminimalisasi pupuk yang terbuang ke alam, dan dari pengalaman saya, bisa dilakukan tanpa menggunakan pestisida. Semunyanya ini pada akhirnya akan berkontribusi untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik

As you know, we are at Kebun Teras is a big advocate of Hydroponic Method. The soil-less farming method is appropriate to transform barren land, like patio, terrace, or roof top, into productive urban farm. Hydroponic also use less water, close loop fertilizer (or in Hydroponic’s term: plant nutrition), and can be done without pesticides. All of them will serve a higher purpose, to make Earth a better place to live.

This post is made in response to WordPress Photo Challenge: Earth