Catatan

Apakah Tanaman Hidroponik Bisa Kena Matahari Langsung? Hujan?

Apakah Tanaman Hidroponik Bisa Kena Matahari Langsung? Hujan?

Jawab: Selain media tanam yang berbeda, tanaman hidroponik tidak ada bedanya dengan tanaman yang ditanam secara tradisional. Artinya, kalau tanaman tradisional bisa terkena matahari langsung, maka apabila ditanam secara hidroponik, tanaman tersebut juga bisa terkena matahari langsung.

Pengalaman di Kebun Teras, tanaman berikut ini justru tumbuh subur ketika terpapar sinar matahari langsung:

  • Pak Choi
  • Bayam merah
  • Selada Romaine (Romaine Lettuce)
  • Ketumbar (Wan Sui/Coriander)
  • Cabe

Akan tetapi, beda halnya dengan hujan. Tanaman hidroponik tidak bisa terkena hujan langsung, karena air hujan akan mengubah komposisi cairan nutrisi hidroponik. Air hujan dalam jumlah banyak akan membuat konsentrasi nutrisi menjadi lebih encer, sehingga tidak cukup untuk kebutuhan tanaman.

Pengalaman di Kebun Teras, tanaman hidroponik masih bisa tumbuh apabila hanya terkena tampias hujan, tidak secara langsung.

Jadi, supaya bisa terpapar sinar matahari langsung, tapi tidak kena hujan langsung, Kebun Teras menggunakan atap plastik di area hidroponik. Kebun Teras tidak menggunakan rumah kaca dengan memasang pllastik transparan, dengan alasan lebih simpel.

Eksperimen Microgreen

Beberapa minggu yang lalu, saya diberikan bibit microgreens dari Stephanie dari Rosy’s Veggies. “Siapa tau cocok untuk hidroponik”, komentar Stephanie. Sebelum mencoba untuk ditanam secara hidroponik, saya mencoba sesuai dengan pertuntukannya dulu, yaitu microgreens.

Microgreens, metode menanam sayuran yang dipanen ketika tanaman mulai mengeluarkan daun ketiga, digadang-gadang memiliki kandungan gizi yang lebih padat. Selain itu, proses penanaman dan pemeliharaan juga tidak terlalu rumit. Menanam microgreens bisa dilakukan di dalam rumah, dengan diletakkan di dekat jendela yang terkena sinar matahari, atau menggunakan growth lamp. Media tanam bisa menggunakan sekam bakar, atau kalau mau yang lebih bersih, bisa menggunakan rockwool.

Dalam eksperimen kali ini, saya menggunakan rockwool dengan pertimbangan lebih mudah untuk dipindah. Biji tanaman disebar secara merata di atas rockwool. Lalu rockwool dibasahi dengan air secukupnya. Dalam waktu kurang dari 24 jam, biji tanaman sudah mulai berkecambah, dan dalam waktu 48 jam, daun awal tanaman sudah mulai terlihat.

Selanjutnya setelah 48 jam, tanaman dipaparkan dengan cahaya matahari langsung. pemeliharaan yang dilakukan cukup dengan memastikan rockwool tetap basah. Apabila terlihat sudah mulai kering, perlu ditambahkan air saja. Tidak perlu pupuk atau nutrisi hidroponik

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah 6 hari, , ketika daun ketiga sudah mulai keluar, sayuran microgreens sudah siap di panen. Cara memaen cukup mudah, cukup menggunakan gunting tajam, dengan menggunting dekat akarnya. Berhubung menggunakan rockwool, makan tanaman bisa dipindahkan ke piring kecil di meja makan. Setelah panen sayuran bisa langsung diletakan di dalam mangkok untuk dinikmati.

Saya kurang tahu apakah kandungan nutrisi microgreens lebih baik daripada sayuran hidroponik. Yang saya rasakan adalah, sayuran microgreens ini memiliki rasa yang cukup kuat, cukup mendekati dengan sayuran yang sudah besar. Sayuran microgreens ini sangat cocok sebagai garnish makanan.

Sayuran microgreens juga cukup mudah untuk dibawa. Cara paling mudah adalah dengan diletakkan di kotak plastik, dan ditambah air agar rockwool tidak kering.

Mudah ditanam, pemeliharaan mudah, rasa yang tidak kalah dengan sayuran hidroponik, dan juga padat gizi. Tunggu apa lagi untuk menanam sayuran microgreens?

Apakah Sayuran Hidroponik Termasuk Sayuran Organik?

Tanya: Apakah sayuran (dan buah) yang ditanam secara hidroponik termasuk kategori organik?

Jawab: Kriteria sayuran dan buah organik yang diterima pada umumnya adalah sayuran dan buah yang selama proses pertumbuhan tidak diberikan bahan kimia buatan. Bahan kimia buatan yang umumnya sering diberikan pada tanaman sayuran dan buah adalah pupuk dan anti hama.

Sayuran dan buah yang ditanam secara hidroponik membutuhkan nutrisi tanaman cair, yang umumnya disebut AB mix atau nutrisi hidroponik. Nutrisi ini dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan kimia seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan lain-lain sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan tanaman. Campuran ini lalu dilarutkan dalam air, sehingga menjadi AB mix.

Nah, karena AB mix ini dibuat dengan campuran bahan kimia, bukan dari kotoran hewan atau pupuk kompos, maka sayuran dan buah hidroponik bukan termasuk kategori sayuran dan buah organik.

Tapi jangan buru-buru menilai kalau sayuran dan buah hidroponik memiliki mutu di bawah sayuran dan buah organik. Hal-hal berikut ini bisa membuat sayuran dan buah hidroponik sama baiknya dengan sayuran dan buah organik:

  1. Kelengkapan unsur hara media tanam akan menpengaruhi kandungan gizi dalam sayuran dan buah. Nutrisi hidroponik memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, sehingga membuat tanaman hidroponik memiliki kandungan gizi yang lebih baik. Apalagi dengan kondisi tanah yang mulai kehilangan unsur hara.
  2. Sayuran dan buah hidroponik juga bisa ditanam tanpa menggunakan pestisida kimia, sama seperti sayuran dan buah organik

Sawi Hijau Sendok (Pak Choi) Juni 2017

A new day, a new life. . . . #hydroponics #urbanfarmer #urbanfarming #growyourownfood #instafarmer

A post shared by Benny Chandra (@jivekitchen) on

Sekitar 2 minggu sebelum foto di bawah ini, saya kehliangan TDS meter. Akibatnya penambahan nutrisi hidroponik lebih banyak menggunakan takaran kira-kira. Hasilnya ternyata cukup baik.

Ijo Daun Hidroponik di Ubud Food Festival 2017

Ada sesuatu yang berbeda dari Ubud Food Festival yang ketiga di tahun 2017. Jika pada tahun sebelumnya, peserta festival membawa dan menyajikan makanan yang siap santap, atau makanan yang sudah diolah dan siap untuk dimasak dalam kontainer atau kulkas, tahun ini ada peserta yang membawa sayuran yang masih ditanam.

There is something different in the 3rd Ubud Food Festival 2017. If from the previous years, most participant bring their produce in boxes, ready to be consumed or cooked, this year, a participant bring vegetables and plant that is still planted.

Ijo Daun Hidroponik, sebuah gerakan urban farming di Ubud, Bali, membawa dan memasang instalasi hidroponik di Ubud Food Festival. Tepatnya, di salah satu sisi Teater Kuliner. Instalasi hidroponik ini terdiri dari 5 tingkat. Ijo Daun Hidroponik berhasil membuat rancangan hidroponik yang cukup ramping, dengan lebar keseluruhan kira-kira sekitar 50-60 cm.

Ijo Daun Hidroponik, an urban farming movement in Ubud, Bali, set up hydroponic system at Ubud Food Festival. The system consist of 5 layers, constructed in a way that is very slim, and can fit in a small space of around 50-60 cm wide next to Teater Kuliner stage.

Jenis tanaman yang ada juga bukan sekedar tanaman yang mudah didapat. Selain dari Caisim, Ijo Daun juga berhasil menanam Basil dan Endive secara hidroponik.

The vegetables that is planted is not only generic vegetables. Other that Caisim, which is widely available, Ijo Daun also plant and grow Basil and Endive, using hydroponic method

“Kebun kami hanya di pekarangan rumah di sekitar Ubud”, menurut salah satu staff yang terlihat membasahi daun dengan menyemprotkan air. Mungkin kalau ada waktu lebih panjang, saya akan mampir ke kebun pekarangan mereka.

“Our garden is only small garden at the backyard of our house, near Ubud”, one of the staff told me. Maybe next time, if I have longer time to spend in Bali, I will be more than happy to pay a visit to their garden terrace

Facebook: @ijodaunhidroponik