Pembibitan Hidroponik

Masalah terbesar dalam menanam secara hidroponik bukan dari cara pemupukan. Berdasarkan pengalaman, masalah terbesar dari menanam secara hidroponik adalah dari proses pembibitan.

Pembibitan tanaman secara tradisional dilakukan di atas media tanam seperti sekam bakar atau kompos. Tanaman hidroponik bisa juga dibibitkan dengan metode ini. Dan setelah cukup besar dipindahkan ke jalur tanam dari pipa PVC. Tetapi dari pengalaman, tanaman hidroponik di atas sekam bakar terlihat lebih kotor.

HIdroponik dengan Sekam Bakar

Cara yang lebih elegan dan bersih adalah menggunakan rockwool. Rockwool adalah bahan yang berasal dari serat mineral yang umumnya digunakan sebagai peredam suara. Belakangan ini, bahan rockwool menjadi favorit praktisi hidroponik. “Kalau bukan pakai rockwool, berarti cuma hobbyist, bukan praktisi hidroponik komersial”, menurut salah seorang teman yang berkecimpung di industri sayuran hidroponik.

Terlepas dari jenis media pembibitan yang di pilih, cara pembibitan hidroponik sama dengan tanaman yang ditanam di tanah:

  1. Letakkan biji tanaman di dalam media tanam. Sebaiknya jangan disebar, tetapi disusun teratur supaya ketika akan dipindahkan lebih mudah.
  2. Basahkan media tanam dengan air sehingga lembab. Tutup dan jaga supaya tidak terkan matahari selama 24 jam untuk merangsang pertumbuhan akar.
  3. Setelah tanaman terlihat tumbuh, keluarkan tanaman supaya terkena sinar matahari langsung.
  4. Jaga supaya media tanam tidak kering, dan tanaman tidak terkena hujan.
  5. Setelah berdaun 4, tanaman siap dipindahkan ke jalur hidroponik.